Aplikasi Polisi Kita Sumut Resmi Diluncurkan

Foto: Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Kapolda Sumut
SUARA INDEPENDEN.COM, MEDAN- E-Policing yang merupakan salah satu inovasi dalam upaya meningkatkan pelayanan publik berbasis online dari pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Sumut resmi diluncurkan Kapolri Jendral Tito Karnavia di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (05/02/2017).

Peresmian E-Policing yang bisa diakses melalui aplikasi gadget dan tersalur di 33 kabupaten/kota serta 27 Polres dan Polrestabes jajaran Polda Sumut dilakukan Tito didampingi Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dari instansi dan kementrian terkait, seperti Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur, Gubsu Erry Nuradi, Walikota Medan, Dzulmi Eldin serta tokoh masyarakat dari berbagai elemen di Sumut.

Dalam sambutannya, secara sistem pengoperasiannya, E-Policing nantinya berfungsi untuk memudahkan masyarakat dalam menyampaikan laporan dan pengaduan maupun informasi tanpa harus datang ke markas komando, dan hanya mengakses aplikasi 'Polisi Kita Sumatera Utara'. Pada aplikasi tersebut berisi sejumlah konten layanan seperti Pengaduan, informasi, respon cepat, tokoh masyarakat, call center, city guide, dan saber pungli yang siaga ditindaklanjuti oleh personel kepolisian yang bertugas di lapangan.

Tito berharap, inovasi tersebut mampu memberikan prubahan dalam proses pelayanan publik yang diberikan Polda Sumut kepada warga masyarakat di Sumut. "Diciptakannya inovasi pelayanan publik dengan sistem online dari pihak kepolisian khususnya Polda Sumut melalui aplikasi "Polisi Kita Sumut" ini juga merupakan respon dari salah satu perintah Presiden RI, Joko Widodo dalam meningkatkan pelayanan publik. Sehingga pelayanan itu benar-benar dirasakan masyarakat khususnya dalam hal respon dan tindaklanjut pihak kepolisian dari laporan masyarakat," jelasnya.

Menurut Tito dengan adanya program berbasis online itu, hal yang mendasar bagi personel polisi seperti menindaklanjuti laporan masyarakat bisa direspon cepat dengan datang ke lokasi tempat kejadian (TKP) yang juga tersedia pada konten "Quick Respons" pada aplikasi tersebut. Selain itu sebutnya, masyarakat tidak perlu repot datang ke kantor polisi untuk mengadukan atau membuat laporan.

"Tentu penggunaan sistem pelayanan publik berbasis online ini juga sebagai wujud upaya polri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Sehingga pelayanan yang diberikan Polri benar-benar dirasakan masyarakat Sumatera Utara dengan respon yang terakses di Polres dan Polrestabes jajaran Polda Sumut," sebut Tito.

Lebih lanjut disampaikannya, penggunaan sistem E Policing juga diharap mampu mengurangi adanya pungutan liar yang dilakukan personel terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Sebab hanya dengan aplikasi melalui handphone urusan dapat diselesaikan dengan tuntas.

"Sumut merupakan salah satu provinsi maju di Indonesia, Namun masih ada budaya negatif (pungli) yang biasa disebut Semua Urusan Mesti Uang Tunai. Sehingga adanya sistem pelayanan online ini bisa merubah paradigma itu menjadi Semua Urusan Mesti Harus Tuntas dengan pelayanan yang lebih transparan. Tidak ada lagi pungutan liar saat berada di lapangan," ujarnya.

Sementara Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, dengan diluncurkannya aplikasi 'Polisi Kita Sumut' ini diharapkan bisa memaksimalkan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang akurat, mudah, dan terjangkau selama 24 jam.

Sedangkan Menpan-RB, Asman Abnur menyebutkan, penggunaan aplikasi tersebut merupakan implementasi dari program 100 hari kinerja Kapolri. "Dorongan yang kuat untuk bergerak melakukan berbagai perubahan. Banyak yang ambil inisiatif untuk perubahan. Hari ini, menjadi contoh dan bukti bahwa ada perubahan ditubuh Polri," sebutnya.

Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu bukti upaya Polri untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. 

"Inovasi yang diciptakan Polda Sumut ini merupakan terobosan sitem informasi yang dapat menyampaikan beragam persoalan hukum secara cepat. Dengan aplikasi ini masyarakat lebih mudah berintegrasi dengan Polri. Tentu fitur dan konten dalam aplikasi itu bisa memudahkan masyarakat untuk juga turut membantu kinerja Polri, harapannya penggunaan sistem ini kedepandapat terintegrasi lagi dengan menyatukan sistem informasi yang ada," pungkasnya


Senin, 6 Februari 2017
Jurnalis: Asso
Editor: Ginanda