Yerussalem Sebuah Pergolakan Lama Kekuatan Para Pemimpin Dunia, Indonesia Punya Peran Sentral



SUARA INDEPENDEN. COM- Yerussalem sebuah kota tua, kota suci dan sebuah bahan kajian antara para pemimpin dunia dan negara- negara di dunia, terutama negara-negara mayoritas muslim. Nama yang selalu bergema di hati kaum Yahudi, kristen dan islam. Panjang sejarah perjalanan yang terjadi mulai dari abad ke enam ebelum Masehi sampai hari ini. Seiring berkembangnya zaman yang meliputi kemajuan di bidang politik, sosial, budaya bahkan tekhnologi. Memaksa negara-negara maju menguji kekuatannya dengan ikut dalam pergolakan ini. Pergolakan yang terjadi terus memicu tingkat perhatian seluruh negara di dunia. Khususnya Negara-negara timur tengah.


Chandra Halim Selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Pertahanan Idiologi syarikat Islam (PERISAI) juga ikut berkomentar terkait masalah ini. Seiring dengan perkataan presiden amerika serikat donald trump , bahwasanya akan menjadikan yerussalam sebagai ibu kota israel dan akan dipindahkannya kedutaan besar amerika serikat ke kota tersebut. Chandra Halim mengatakan Pergolakan ini membuat Geo Politik Internasional tidak stabil, menganggu situasi keamanan bahkan mencederai etika dalam perpolitikan internasional. Karena ini semata-mata kerakusan Trump dan sekutunya ingin mrnguasai ini daerah yang kita ketahui ini adalah tanah miliknya Paletina yang direbut secara paksa dan tidak berprikemanusian. Dengan tindakan seperti ini Trump menghilangkan kehidupan sosial sejak dari zamannya dulu sampai sekarang. Saya sebagai Pimpinan Pusat Pertahanan Idiologi Syarikat Islam karena Yerussalem adalah tempat suci bagi ummat islam tentunya sangat mengutuk keras pernyataan donald trump tersebut. Trump jangan semakin memperkeruh kolam yang sudah keruh ini bisa bahaya. Dan saya meminta kepada kedutaan besar amerika serikat yang ada di indonesia agar memperjelas apa maksud dan tujuan pernyataan donald trump. Negara ini menjung tinggi persaudaraan apalagi persatuan , dengan adanya kedutaan besar amerika serikat diindonesia tentunya harus melihat apa nantinya yang akan terjadi jika pernyataan itu benar-benar telah disahkan karena Negara Indonesia sebagai mayoritas muslim terbanyak di dunia tidak akan tinggal diam. Saya dan beberapa Ormas-ormas islam lainnya akan melakukakn konsolidasi dan membahas mengenai hal ini dan kita akan tujukan hasil-hasil komsolidasi ke kedutaan besar amerika serikat, jika tidak bisa Bijaksana maka desakan untuk mengusir kedutaan besar amerika dari Indonesia akan kita suarakan , apalagi ini menyangkut prikemanusian yang tertulis di Undang-undang Dasar 1945. Sebut Chandra Halim Ketua Umum Pimpinan Pusat Pertahan Idiologi Syarikat Islam.


Komentar juga ditambahkan oleh Imam Rinaldi Nasution Sebagai Sekretaris Jendral  Dewan Pimpinan Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia  (SEMMI). Imam mengatakan, bahwasanya beberapa negara-negara Timur tengah Bungkam akan hal ini, begitu juga Negara Indonesia. Kita ketahui ada etika dalam politik internasional memang, harus melihat bagaimana situasi ini tidak menjadi bola panas tersendiri bagi Indonesia karena akan mengganggu stabilitas hubungan diplomatik antar negara kemudian akan ikut campur dalam penyelesaian masalah ini. Tetapi, perlu juga diketahui Indonesia Menjadi salah satu negara yang mempunyai peran sentral untuk hadir ditengah-ditengah kekacauan ini. Indonesia kan negara Mayoritas muslim , apalagi Indonesia ini mempunyai landasan kuat untuk Berdiri yaitu Pancasila . Pada sila pertama pancasila yang berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa" ini menjadi Salah satu indikator Pemerintah Indonesia Ikut campur dalam menangani masalah tentang pernyataan Donald trump, karena Yerussalem Itu adalah Tempat Suci, terutama bagi ummat islam . Sila pertama ini menghantarkan kita kepada persaudaraan se agama apalagi persaudaraan kemanusian. Kita tidak mau lah ribut-ribut, tapi ketika Saudara seiman mau di hilangkan kehidupannya kita kan tidak mungkin diam. Dan ini yang mau saya sampaikan kepada pemerintah indonesia , melalui kementerian luar negeri agar secepatnya menindaklanjuti pernyataan trump, pertemuan menteri luar negeri Retno Dengan Kedubes As tempo hari perlu ditingkatkan lagi Agar ada kematangan pembahasan untuk mendapatkan solusi terkait ini. Kita dukung pemerintah Indonesia Dan yakin bisa menangani hal ini dan Saya Selaku Sekretaris Jendral Dewan Pimpinan Pusat Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Mengutuk keras Pernyataan Donald Trump Yang sangat tidak berdasar Secara Universal karena Ini kemauan Sepihak As dan sekutu-sekutunya. Saya harapkan pemerintah Tidak Mengulur-ngulur waktu untuk berhubung akan semakin lama tentunya seruan dan pernyataan dari kalangan-kalangan yang lain akan semakin banyak. Begitu juga Untuk ormas-ormas Islam, mereka saudara Kita maka tentu tanggung jawab untuk membantu Orang-orang muslim yang ada disana secepatny Kita lakukan, "kata Imam Rinaldi Nasution.






Rabu, 6 Desember 2017
Editor: M. Tarmizi