Soal Elite Goblok Mental Maling, Luhut: Tanya Pak Prabowo




SUARA INDEPENDEN. COM- Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan enggan menanggapi pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang mengatakan banyak elite yang goblok dan bermental maling. Luhut mengaku dirinya ingin fokus dengan kerjaannya.


"Tanya saja Pak Prabowo. Saya lagi fokus kepada pekerjaan saya," kata Luhut saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/4/2018).

Saat kembali dimintai tanggapannya terkait pidato itu, Luhut kembali enggan menjawab. Dia menegaskan jika ditanya mengenai kiprahnya di pemerintahan, dia bersedia menjawab.



"Ya tanya saja kepada Pak Prabowo, saya fokus kepada pekerjaan saya. Kalau kau tanya pekerjaan saya, saya jawab," tegasnya.

Penegasan kembali diminta wartawan. Luhut disinggung soal dirinya yang menanggapi pidato Amien Rais beberapa waktu lalu mengenai tudingan program penyerahan sertifikat tanah milik pemerintah merupakan pengibulan. Namun Luhut menegaskan, bantahan yang pernah dia sampaikan mengenai program sertifikat tanah itu, bukan untuk menanggapi Amien Rais.

"Nggak pernah saya respons. Kapan saya respons? Nggak pernah saya respons," katanya yang kemudian langsung menjawab pertanyaan seputar kinerja Kemenko Kemaritiman.

Dalam pidatonya, Prabowo hanya menyebut secara eksplisit elite yang bermental maling dan goblok. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat berpidato di Gedung Serbaguna Istana Kana Cikampek. Dia menyinggung elite yang disebut melanggar Pasal 33 UUD 1945 soal pengelolaan sumber daya alam (SDA)


Ketimpangan ekonomi dan kepemilikan lahan yang terjadi saat ini sambung Prabowo disebabkan elite yang serakah. "Jangan-jangan karena elite kita yang goblok atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya," ujar Prabowo.

Siapa elite yang dimaksud Prabowo? Tidak ada nama yang disebut. Prabowo hanya mengatakan elite tersebut adalah pimpinan.

"Saya juga elite. Bedanya saya elite sadar, sudah tobat dan setia," imbuhnya. 




Selasa, 3 April 2018.
Jurnalis: Amri
Editor: Rifai